Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah eucheuma sp dan gracilaria. Di samping sebagai bahan untuk industri makanan seperti agar-agar, jelly food dan campuran makanan seperti burger dan lain-lain, rumput laut adalah juga sebagai bahan baku industri kosmetika, farmasi, tekstil, kertas, keramik, fotografi, dan insektisida. Mengingat manfaatnya yang luas, maka komoditas rumput laut ini mempunyai peluang pasar yang bagus dengan potensi yang cukup besar. Rumput lautpun banyak digunakan sebagai bahan makanan secara langsung karena
mempunyai kandungan gizi yang cukup baik sehingga dapat menyehatkan.
Disamping karena kandungan agarnya juga ada kandungan karagenan (Carrageenan) yang penggunaannya makin meluas. Rumput laut dengan kandungan bahan untuk agar terutama didapatkan dari spesies Gracilaria dan Gelidium, sedangkan untuk kandungan karagenan banyak dibudidayakan spesies Eucheuma, ialah Eucheuma Cottoni dan Eucheuma Spinosum-nya makin meluas. Rumput laut dengan kandungan bahan untuk agar terutama didapatkan dari spesies Gracilaria dan Gelidium, sedangkan untuk kandungan karagenan banyak dibudidayakan spesies Eucheuma, ialah Eucheuma Cottoni dan Eucheuma Spinosum.
Dikarenakan adanya kandungan keragenan maka rumput laut memiliki permintaan dunia yang tinggi dimana rumput laut dalam keadaan kering diproses menjadi tepung dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Keragenan ini memiliki fungsi sebagai bahan perekat pasta gigi dan juga penting di dalam industri makanan binatang piaraan (Pet Food), penyegar udara (Air Freshener) dan dalam daging hamburger sebagai subsitusi lemak.
Permintaan rumput laut Indonesia terus meningkat dari tahun ketahun mengingat banyak kegunaannya. Negara-negara pengimpor rumput laut Indonesia adalah Denmark, Amerika, Hong Kong, Philipina, Perancis, Spanyol, Taiwan, Jepang, Inggris dan beberapa negara lainya.Kebutuhan rumput laut dipasar dunia cenderung meningkat dan perkiraan pada tahun 2005 kurang lebih 260 juta ton, tahun 2006 sebanyak 273 juta ton dan sampai tahun 2009 meningkat sekitar 317 juta ton.
di Kabupaten Probolinggo mempunyai potensi sumberdaya kelautan yang sangat besar, salah satunya adalah budidaya rumput laut yang terletak di Desa Dringu. Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjadikan potensi ini sebagai salah satu komoditas unggulan.Program budidaya rumput laut merupakan diversifikasi usaha dari masyarakat yang tinggal di pesisir laut. Prospek rumput laut ke depan masih sangat bagus untuk menambah pendapatan masyarakat pesisir. Prospek rumput laut ke depan masih sangat bagus untuk menambah pendapatan masyarakat pesisir.
Satupin selaku Ketua Pelaksana rumput laut di Bandar Dringu menjelaskan saat ini sudah terdapat sekitar 120 petak pembudidayaan rumput laut dengan ukuran 14x8 meter. Masing-masing petak terdiri dari 100 tampar dengan jarak 15 cm.
“Butuh waktu empat puluh hari untuk bisa memanen rumput laut ini. Kalau panen bagus, kita bisa mendapatkan satu ton rumput laut. Untuk sementara kita hanya memasarkannya ke wilayah Situbondo. Namun perusahaan dari Taiwan sudah menyatakan ketertarikannya,” kata Satupin.
Cara mengolah rumput laut hingga menjadi siap makan tidak begitu sulit. Pertama-tama rumput laut yang masih basah ataupun yang sudah kering direndam dengan air garam selama 3 hari. Setelah itu dicuci bersih dan direndam lagi dengan air kapur selama 3 hari. Kemudian rumput laut tersebut dicuci bersih dan dijemur selama 5-10 menit sampai berwarna putih. Baru setelah itu dicuci bersih dan rumput laut siap diolah menjadi apa saja yang diinginkan.
Menurut Satupin, proses budidaya dan perawatan rumput laut sangatlah mudah. Rumput laut yang sudah ada dipotong-potong lalu diikatkan padatampar. Kemudian tampar tersebut diikat pada petak-petak yang sudah ada. Baru kemudian petak tersebut ditarik ke tengah laut.
“Proses perawatannya sangat mudah jika dibandingkan kalau kita bertani. Tinggal mengontrol dan memperbaiki takut ada benih-benih yang lepas karena gelombang,” terang SatupinBudidaya rumput laut tidak hanya di kawasan pantai dringu di daerah pantai timur kecamatan paiton terdapat beberapa pengusaha yang memproduksi rumput laut salah satunya Hj. Siti dari desa Jabung Sisir Paiton.
mempunyai kandungan gizi yang cukup baik sehingga dapat menyehatkan.
Disamping karena kandungan agarnya juga ada kandungan karagenan (Carrageenan) yang penggunaannya makin meluas. Rumput laut dengan kandungan bahan untuk agar terutama didapatkan dari spesies Gracilaria dan Gelidium, sedangkan untuk kandungan karagenan banyak dibudidayakan spesies Eucheuma, ialah Eucheuma Cottoni dan Eucheuma Spinosum-nya makin meluas. Rumput laut dengan kandungan bahan untuk agar terutama didapatkan dari spesies Gracilaria dan Gelidium, sedangkan untuk kandungan karagenan banyak dibudidayakan spesies Eucheuma, ialah Eucheuma Cottoni dan Eucheuma Spinosum.
Dikarenakan adanya kandungan keragenan maka rumput laut memiliki permintaan dunia yang tinggi dimana rumput laut dalam keadaan kering diproses menjadi tepung dan sebagian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Keragenan ini memiliki fungsi sebagai bahan perekat pasta gigi dan juga penting di dalam industri makanan binatang piaraan (Pet Food), penyegar udara (Air Freshener) dan dalam daging hamburger sebagai subsitusi lemak.
Permintaan rumput laut Indonesia terus meningkat dari tahun ketahun mengingat banyak kegunaannya. Negara-negara pengimpor rumput laut Indonesia adalah Denmark, Amerika, Hong Kong, Philipina, Perancis, Spanyol, Taiwan, Jepang, Inggris dan beberapa negara lainya.Kebutuhan rumput laut dipasar dunia cenderung meningkat dan perkiraan pada tahun 2005 kurang lebih 260 juta ton, tahun 2006 sebanyak 273 juta ton dan sampai tahun 2009 meningkat sekitar 317 juta ton.
di Kabupaten Probolinggo mempunyai potensi sumberdaya kelautan yang sangat besar, salah satunya adalah budidaya rumput laut yang terletak di Desa Dringu. Pemerintah Kabupaten Probolinggo menjadikan potensi ini sebagai salah satu komoditas unggulan.Program budidaya rumput laut merupakan diversifikasi usaha dari masyarakat yang tinggal di pesisir laut. Prospek rumput laut ke depan masih sangat bagus untuk menambah pendapatan masyarakat pesisir. Prospek rumput laut ke depan masih sangat bagus untuk menambah pendapatan masyarakat pesisir.
Satupin selaku Ketua Pelaksana rumput laut di Bandar Dringu menjelaskan saat ini sudah terdapat sekitar 120 petak pembudidayaan rumput laut dengan ukuran 14x8 meter. Masing-masing petak terdiri dari 100 tampar dengan jarak 15 cm.
“Butuh waktu empat puluh hari untuk bisa memanen rumput laut ini. Kalau panen bagus, kita bisa mendapatkan satu ton rumput laut. Untuk sementara kita hanya memasarkannya ke wilayah Situbondo. Namun perusahaan dari Taiwan sudah menyatakan ketertarikannya,” kata Satupin.
Cara mengolah rumput laut hingga menjadi siap makan tidak begitu sulit. Pertama-tama rumput laut yang masih basah ataupun yang sudah kering direndam dengan air garam selama 3 hari. Setelah itu dicuci bersih dan direndam lagi dengan air kapur selama 3 hari. Kemudian rumput laut tersebut dicuci bersih dan dijemur selama 5-10 menit sampai berwarna putih. Baru setelah itu dicuci bersih dan rumput laut siap diolah menjadi apa saja yang diinginkan.
Menurut Satupin, proses budidaya dan perawatan rumput laut sangatlah mudah. Rumput laut yang sudah ada dipotong-potong lalu diikatkan padatampar. Kemudian tampar tersebut diikat pada petak-petak yang sudah ada. Baru kemudian petak tersebut ditarik ke tengah laut.
“Proses perawatannya sangat mudah jika dibandingkan kalau kita bertani. Tinggal mengontrol dan memperbaiki takut ada benih-benih yang lepas karena gelombang,” terang SatupinBudidaya rumput laut tidak hanya di kawasan pantai dringu di daerah pantai timur kecamatan paiton terdapat beberapa pengusaha yang memproduksi rumput laut salah satunya Hj. Siti dari desa Jabung Sisir Paiton.
Selain karbohidrat, kentang juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari terpenuhi.Kalium yang dikandungnya juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang dapat dibuat minuman yang berkhasiat untuk mengurangi gangguan saat haid.
Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu.
Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi.
Tanaman kentang (Solanum tuberosum Linn.) berasal dari daerah subtropika, yaitu dataran tinggi Andes Amerika Utara. Daerah yang cocok untuk budi daya kentang adalah dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian 1.000-1.300 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.500 mm per tahun, suhu rata-rata harian 18-21oC, serta kelembaban udara 80-90 persen.
Kentang yang berkualitas hanya bisa ditemui didaerah-daearh pegunungan, seperti di Probolinggo Kentang bisa didapat di Desa tempuran Kecamatan Sumber, di Kecamatan ini sebagai sentra industri kentang, hampir sebagian petani bercocok tanam kentang.
Produk Kentang sumber cukup diminati beberapa pengusaha kentang di indonesia bahkan produk kentang sumber sudah merambah se antero dunia ada juga yang diekspor ke Japan, Singapura dan Amerika
Menurut Ir. Agus setiawan salah satu pengusaha sayur mayur asal sumber mengatakan ”Kentang memiliki kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Itulah yang menyebabkan kentang segar
mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Pengolahan kentang menjadi kerupuk, tepung, dan pati, merupakan upaya untuk memperpanjang daya guna umbi tersebut.”
Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu.
Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi.
Tanaman kentang (Solanum tuberosum Linn.) berasal dari daerah subtropika, yaitu dataran tinggi Andes Amerika Utara. Daerah yang cocok untuk budi daya kentang adalah dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian 1.000-1.300 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.500 mm per tahun, suhu rata-rata harian 18-21oC, serta kelembaban udara 80-90 persen.
Kentang yang berkualitas hanya bisa ditemui didaerah-daearh pegunungan, seperti di Probolinggo Kentang bisa didapat di Desa tempuran Kecamatan Sumber, di Kecamatan ini sebagai sentra industri kentang, hampir sebagian petani bercocok tanam kentang.
Produk Kentang sumber cukup diminati beberapa pengusaha kentang di indonesia bahkan produk kentang sumber sudah merambah se antero dunia ada juga yang diekspor ke Japan, Singapura dan Amerika
Menurut Ir. Agus setiawan salah satu pengusaha sayur mayur asal sumber mengatakan ”Kentang memiliki kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Itulah yang menyebabkan kentang segar
mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Pengolahan kentang menjadi kerupuk, tepung, dan pati, merupakan upaya untuk memperpanjang daya guna umbi tersebut.”
Tempat ini bisa dikatakan sebagai salah satu sentra pengusaha bata dan genting yang ada di Kabupaten Probolinggo. Desa ini terapat banyak bahan baku. Untuk mendapatkan tanah liat, tidak begitu sulit walaupun harus membeli tanah liat.
Makruf (50), pengusaha kecil pencetak genting, mengaku sudah menekuni usahanya sejak delapan tahun silam dengan modal awal Rp5 juta.
Mardiwan mengaku dalam sehari ia bersama keluarganya mampu mencetak 1.000 genting. Per genting dijual Rp350. Dari semua pengeluaran untuk tenaga kerja, cetak, jemur, dan pembakaran, ia mendapatkan keuntungan Rp37.000 untuk 1.000 genting.
Untuk mengeringkan genting dan bata, diperlukan kayu untuk membakarnya. Kini, harga kayu bakar sudah naik sekitar Rp100.000/truk atau menjadi Rp400.000/mobil. Sejak BBM naik, harga kayu bakar juga naik, sementara keuntungan pembuatan genting dan bata tidak seberapa
Yang menjadi persoalan, konsumen yang didominasi pengembang, tidak selalu ada. Bahkan, jika sedang sepi, sampai beberapa bulan genting baru laku terjual.
Meskipun demikian, Makruf tetap menginginkan usahanya berkembang dan mengharapkan bantuan mesin molen dan mesin cetak genting.
Ini menjadi salah satu alasan kuat Roti Handoko semakin mudah di jumpai di setiap sudut Kota Probolinggo. Namun, untuk memulai bisnis pembuatan roti tidak gampang. Selain butuh modal cukup dan kerja keras, mengenal pasar dengan baik, bisa dikatakan kunci menerobos ketatnya persaingan industri makanan lokal. Apalagi ditambah kualitas produk dan harga yang terjangkau, menambah deretan kunci keberhasilan berkompetisi di industri ini.
Konsep ini coba diterapkan Handoko (43), pengusaha roti merek ”Handoko” sejak awal terjun ke bisnis produksi roti yang dirintis sejak tahun 2000. Handoko bersama istri, bisa dikatakan motor penggerak usaha pembuatan roti sehingga semakin melebarkan sayapnya.
“Kita ingin agar usaha kita tetap eksis, kendati di tengah penurunan daya beli konsumen,” ujar Handoko
Saat disambangi, lokasi bisnis yang sekaligus dijadikan lokasi produksi aneka roti tawar, bermacam rasa, ini sedang sepi karena bertepatan waktu jam makan siang pegawai.
Mengenakan pakaian santai berwarna kuning gading polos, Handoko mengungkapkan kondisi penjualan bisnis roti yang cenderung lesu sejak beberapa bulan belakangan. Melemahnya kemampuan minat beli, tidak hanya dirasakan pada bisnis produksi roti miliknya semata, tetapi juga dikeluhkan para kompetitornya. “Sejak krisis memang permintaan terasa turun yakni sekitar 25%. Ini terjadi pada penjualan langsung ke toko.
Kondisi ini otomatis berdampak pada omzetlah,” tutur Pria 1 orang putra ini.
Tantangan semakin kuat, tatkala harga bahan baku kue mulai merangkak naik seiring pergerakan harga komoditi dunia seperti gandum, bahan asal terigu. Kenaikan harga bahan baku yang paling tajam terjadi pada komoditi gula pasir putih dari Rp 350 ribu naik Rp 410 ribu/zak.
Selain itu, tepung terigu naik dari Rp 168 ribu menjadi Rp 175 ribu/zak. Harga kotak, meski turut naik sekitar Rp 25/bungkus, namun masih bisa ditolerir.
Handoko bersama istrinya, harus “putar otak” menjaga produksi tetap stabil. Pesanan roti pun digenjot. Promosi ditingkatkan bahkan hingga di kalangan relasi dan saudara. Bahkan, keputusan tetap memberlakukan harga lama sejumlah besar produk pun diambil walau risiko margin semakin menipis.
“Pemesanan roti cukup bagus akhir-akhir ini. Bahkan, kita masih punya order roti lagi. Setidaknya, sepinya penjualan di toko bisa ditutupi dengan peningkatan order roti,” tukasnya.
Handoko berniat mengembangkan jaringan usaha ”Roti handoko” hingga ke luar Probolinggo. Bahkan tapi ia masih ragu alasan ingin menjaga mutu produk dan masih kurangnya sumber daya manusia (SDM).
Beragamnya bentuk kerajinan keramik tidak terlepas dari kreatif dan inovasi para perajin yang menekuni bidang ini. Seperti yang dilakukan Zainudin pria asal Dusun krakjan Kecamatan krejengan, yang belum lama membuka usaha keramik. Dengan kreasinya menciptakan kerajinan yang cukup unik. Berbagai produk keramik dipadu dengan kombinasi warna yang menarik
Zainudin jebolan Sekolah Menengah ini bertutur, keramik-keramik yang diproduksinya untuk konsumsi lokal, tetapi minat akan keramik yang dibuatnya cukup stabil, oleh karena itu Zainudin berencana mengembangkan usaha ini untuk memproduksi lebih banyak, selain itu ia juga membuka usaha bambu ukir.
Dengan memperkerjakan 3 orang, Zaiunudin selalu mengawasi proses pembutan keramiknya hingga proses finishing, selain itu Zaiundin tetap menjaga mutu dari keramik –keramik buatannya.
Bahan baku yang diperoleh adalah tanah liat putih yang didapat didaerah sekitar, ayah 4 putra ini berharap pemerintaha daerah memberi bimbingan tehnis dan bantuan modal untuk kelangsungan usahanya, sebab ditengah krisi ia kesulitan untuk mencari modal dan juga ia berharap ubtuk diberi bantuan peralatan
Zainudin jebolan Sekolah Menengah ini bertutur, keramik-keramik yang diproduksinya untuk konsumsi lokal, tetapi minat akan keramik yang dibuatnya cukup stabil, oleh karena itu Zainudin berencana mengembangkan usaha ini untuk memproduksi lebih banyak, selain itu ia juga membuka usaha bambu ukir.
Dengan memperkerjakan 3 orang, Zaiunudin selalu mengawasi proses pembutan keramiknya hingga proses finishing, selain itu Zaiundin tetap menjaga mutu dari keramik –keramik buatannya.
Bahan baku yang diperoleh adalah tanah liat putih yang didapat didaerah sekitar, ayah 4 putra ini berharap pemerintaha daerah memberi bimbingan tehnis dan bantuan modal untuk kelangsungan usahanya, sebab ditengah krisi ia kesulitan untuk mencari modal dan juga ia berharap ubtuk diberi bantuan peralatan
Rutinitas inilah yang bisa kita jumpai setiap harinya di UD Sari Bumi Besuk. Menurut pemiliknya Setiap hari, produksi kue kacangnya bisa mencapai 90 toples. Dalam satu toplesnya berisi 25 buah kue yang dipasarkan dengan harga Rp500.
secara rinci bagaimana proses pembuatannya. Bahan-bahan yang diperlukan tidaklah banyak: tepung terigu, kacang hijau, gula pasir, air, dan garam dapur. Pertama-tama tepung terigu diadon secara manual alias menggunakan tangan.
Hasil adonan tersebut nantinya digunakan sebagai pembungkus selai kacang. Kacang hijau yang telah dipilih direbus hingga matang.
Biasanya membutuhkan waktu selama 2 jam. Setelah direbus, kacang hijau kemudian digiling. Selanjutnya hasil gilingan dimasukkan ke wajan berukuran besar untuk dimasak. “Proses ini kami sebut didodol, Karena memang cara masaknya yang sama dengan proses pembuatan dodol,”
Pendodolan memerlukan waktu sekitar 3 jam lamanya. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan air yang berasal dari kacang hijau hingga benar-benar kering sehingga selai yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tahan lama.
Setelah adonan dan selai kacang sudah siap, barulah ke tahap pencetakan. Pencetakan dilakukan dengan menggunakan tangan. Meskipun menggunakan tangan, untuk tetap menjaga kualitas kebersihannya. Untuk bagian pencetakanAdonan yang telah siap dicetak, dimasukkan ke oven yang terbuat dari aluminium. Lama memasaknya sekitar 15 menit dengan suhu panas 90 derajat celcius. Suhu tidak boleh terlalu tinggi karena hasil kue bisa kurang bagus. “Di luar tampak matang, tapi tidak bagian dalamnya,” ungkap Nanang. Setelah matang, kue-kue tersebut
didinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke toples. Hal ini dimaksudkan agar kue tidak lembab dan bisa bertahan hingga 2 minggu lamanya.
Kue kacang hijau UD Sari Bumi bisa didapatkan di kedai-kedai kecil maupun grosir yang ada di daerah Kabupaten Probolinggo.
Mengkonsumsi telur sudah menjadi menu sehari-hari bagi masyarakat, telur ayam disamping bisa dibuat berbagai masakan dan kue juga enak dikosumsi karena telur ayam mempunyai nilai gizi tinggi untuk konsumsi tubuh kita.
Keberadaan telur bisa dijumpai dimana saja baik di pasar tradisional , supermarket, toko kecil hingga toko besar telur sudah menjadi pelengkap wajib para penujual khususnya penjual makanan dan minuman.
Adalah Haji Musthofa pemilik UD.dua bersaudara yang memproduksi telur-telur ayam untuk dijul dan dipasarkan ke pasar-pasar lokal.
Walaupun sekala kecil Haji Musthofa merupakan bagian pelaku bisnis telur yang sukses, lulusan sarjana Agama ini memulai usah telur sejak sepuluh tahun lalu, awalnya bermodal uang dua juta rupiah, dan kala itu penghasilannya hanya 200 ribu perbulan. Tidak putus asa ayah 2 orang putra ini dengan tekun dan telaten menekuni usaha ini, berkat keuletan dan ketelatennya Haji Mustofa kini sudah bisa bernafas lega, hasil jerih payahnya sudah menampakkan hasil, kini dengan 2 orang karyawannya ditambah dari keluaraganya sendiri Haji Musthafa sudah dapat keuntungan bersih 2 juta 400 ribu rupiah bersih perbulan.
Kalau dulu saya menjual telor dari rumah-kerumah, dari pasar kepasar, sekarang tinggal mengirim dan menerima pesanan, Haji Mustafa berharap usahanya tetap eksis ditengah-tengah daya beli masyarakat menurun.
Keberadaan telur bisa dijumpai dimana saja baik di pasar tradisional , supermarket, toko kecil hingga toko besar telur sudah menjadi pelengkap wajib para penujual khususnya penjual makanan dan minuman.
Adalah Haji Musthofa pemilik UD.dua bersaudara yang memproduksi telur-telur ayam untuk dijul dan dipasarkan ke pasar-pasar lokal.
Walaupun sekala kecil Haji Musthofa merupakan bagian pelaku bisnis telur yang sukses, lulusan sarjana Agama ini memulai usah telur sejak sepuluh tahun lalu, awalnya bermodal uang dua juta rupiah, dan kala itu penghasilannya hanya 200 ribu perbulan. Tidak putus asa ayah 2 orang putra ini dengan tekun dan telaten menekuni usaha ini, berkat keuletan dan ketelatennya Haji Mustofa kini sudah bisa bernafas lega, hasil jerih payahnya sudah menampakkan hasil, kini dengan 2 orang karyawannya ditambah dari keluaraganya sendiri Haji Musthafa sudah dapat keuntungan bersih 2 juta 400 ribu rupiah bersih perbulan.
Kalau dulu saya menjual telor dari rumah-kerumah, dari pasar kepasar, sekarang tinggal mengirim dan menerima pesanan, Haji Mustafa berharap usahanya tetap eksis ditengah-tengah daya beli masyarakat menurun.
Kasur idenetik dengan persoalan tidur, bila kita melihat kasur sudah bisa membayangkan bagaimana nikmat bila kita berbaring melepas lelah ditempat yang dibuat dari kapuk ini. Kasur memang mempunyai jenis berbeda-beda , untuk golongan yang mampu bisa membeli kasur model kini dengan isi busa disertai pegas, bagi mereka yang tidak mampu membeli kasur pegas, cukup membeli kasur buatan Moh. Asir di Jangur Kecamatan Sumbersih, empuknya tidak kalah dengan kasur pegas modern,bahkan kasur buatan UD Kaldera ini dijamin enak dan empuk.
Pembuatan kasur dari kapuk ini tergolong sederhana , cukup mendisain sarung kasur dengan berbagai kain motif yang menyolok, disertai kombinasi jahitan yang halus, sarung kasur diisi kapuk yang segar, tingkat pemasangan mempunyai tehnik tersendiri, kapuk diisi padat kedalam sarung, dengan kualitas kapuk yang bagus kasur tidak mudah lemas.
Kasur buatan Desa`jangur telah merambah kedaerah –daerah terutama di daerah pedesaan. Produk yang dihasilkan hampir tiap hari tidak pernah sepi pembeli dan para pedagang yang membeli secara berkala untuk dijual lagi.
Pembuatan kasur dari kapuk ini tergolong sederhana , cukup mendisain sarung kasur dengan berbagai kain motif yang menyolok, disertai kombinasi jahitan yang halus, sarung kasur diisi kapuk yang segar, tingkat pemasangan mempunyai tehnik tersendiri, kapuk diisi padat kedalam sarung, dengan kualitas kapuk yang bagus kasur tidak mudah lemas.
Kasur buatan Desa`jangur telah merambah kedaerah –daerah terutama di daerah pedesaan. Produk yang dihasilkan hampir tiap hari tidak pernah sepi pembeli dan para pedagang yang membeli secara berkala untuk dijual lagi.
Tidak heran bila konsumsi tempe yang begitu besar, bermunculan para pengusaha tempe salah satunya H. Hasan Abdul Razak, pria yang lahir 45 tahun lalu ini memulai usaha tempe sepuluh tahu lalu, hanya dengan menmperkerjakan dua orang pegawai tempe Haji razak sudah merambah kemana-mana, setiap hari Haji Razaq yang bertempat tinggal di Dusun Klompangan kecamatan Krejengan tidak pernah sepi dari suara pengelingan kedelai miliknya yang memproduksi tempe.
Tempe haji rojak memang sama denga tempe produk pada umumnya, hanya kualitas kedelai dan pembuatan yang halus , tempe Haji Razak banyak diminati pembeli.
Pemasaran tempe Haji razak memang masih diarea lokal desanya, namun Razak akan terus meningkatkan produknya hingga mampu menembus pasar di seluruh probolinggo.
Tidak salah memang, produk bawang merah probolinggo ini memang berkualitas tinggi, disamping besar juga sehat, ini hampir ditemui disetiap panen, terutama di daerah Kecamatan leces dan dringu yang menjadi basis sentra bawang merah.
Para petani bawang yang sudah menekuni bisnis ini, harus mempunyai modal besar dan memerlukan ketalatenan dan ketekunan, dengan masa panen 70 sampai 90 hari bawang merah sudah pasti bisa dipanen, dan hasil panen sudah pasti mendatangkan keuntungan besar.
Bawang merah di daerah probolinggo memang tumbuh subur hampir sepanjang musim, hal ini bisa terjadi karena ditunjang oleh kondisi daerah dan cuaca yang sangat mendukung.
Besarnya usaha perdagangan bawang merah bisa dilihat dari aktifitas pasar bawang yang ada di probolinggo, tepatnya di pasar bawang merah di kecamatan Dringu, hampir setiap hari tidak sepi dari pembeli baik pedagang lokal maupun luar daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah , Jakarta bahkan dari Kamlimantan, Bali, NTB dan daerah Indonesia timur lainnya.
Usah Perahu Fiber UD Makmur Jaya dirintis sejak tahun 1997 sampai sekarang usaha satu-satunya di Kabupaten Probolinggo ini tetap bertahan bahkan pemasarannya sampai merambah luar Jawa
Mulanya hasil produksi perahu fiber pasarannya dikhususkan hanya di Kabupaten Probolinggo saja. Namun seiring berjalannya waktu UD Makmur Jaya terus membesar dan kian maju. Salah satu keberhasilannya adalah melakukan ekspansi pasar hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Ambon.
Bukan hanya itu, saat ini, UD Makmur Jaya sudah bisa memproduksi perahu fiber berbagai model sesuai desain para pemesannya. "Harga perahu fiber yang modelnya dipesan khusus lebih mahal dibanding model standar. Jadi, pemborong yang memesan model khusus harus merogoh kocek yang lebih dalam," terang Mujab. Manajer UD makmur. Untuk model standar UD Makmur Jaya biasa mematok harga Rp 6-7 juta per unit. Sedangkan untuk model dengan desain khusus sesuai pesanan, harga ditentukan oleh tingkat kesulitan pembuatan dan jumlah unit yang dipesan. "Untuk model yang standar hargannya sekitar 6 sampai 7 juta. Kalau pesanan khusus rata-rata di atas Rp 10 juta. Tergantung harga bahan-bahan pembuatannya. Saat ini harga bahan pembuatan perahu sedang naik turun," beber Mujab.

Fluktuasi harga perahu fiber, menurut Mujab, sangat ditentukan oleh naik turunnya ongkos produksi. Krisis global yang menghantam ekonomi dunia akhir-akhir ini juga berdampak pada usaha produksi perahu fiber yang dikomandani Mujab dan kakaknya. "Kalau sudah begini, kami hanya bisa memberi pengertian kepada para pelanggan soal kenaikan harga yang terjadi," katanya.
Mulanya hasil produksi perahu fiber pasarannya dikhususkan hanya di Kabupaten Probolinggo saja. Namun seiring berjalannya waktu UD Makmur Jaya terus membesar dan kian maju. Salah satu keberhasilannya adalah melakukan ekspansi pasar hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Ambon.
Bukan hanya itu, saat ini, UD Makmur Jaya sudah bisa memproduksi perahu fiber berbagai model sesuai desain para pemesannya. "Harga perahu fiber yang modelnya dipesan khusus lebih mahal dibanding model standar. Jadi, pemborong yang memesan model khusus harus merogoh kocek yang lebih dalam," terang Mujab. Manajer UD makmur. Untuk model standar UD Makmur Jaya biasa mematok harga Rp 6-7 juta per unit. Sedangkan untuk model dengan desain khusus sesuai pesanan, harga ditentukan oleh tingkat kesulitan pembuatan dan jumlah unit yang dipesan. "Untuk model yang standar hargannya sekitar 6 sampai 7 juta. Kalau pesanan khusus rata-rata di atas Rp 10 juta. Tergantung harga bahan-bahan pembuatannya. Saat ini harga bahan pembuatan perahu sedang naik turun," beber Mujab.
Fluktuasi harga perahu fiber, menurut Mujab, sangat ditentukan oleh naik turunnya ongkos produksi. Krisis global yang menghantam ekonomi dunia akhir-akhir ini juga berdampak pada usaha produksi perahu fiber yang dikomandani Mujab dan kakaknya. "Kalau sudah begini, kami hanya bisa memberi pengertian kepada para pelanggan soal kenaikan harga yang terjadi," katanya.
Gula Aren Buatan UD Putri Manis Desa Gunggungan Kidul kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo cukup terkenal diberbagai daerah khususnya Probolinggo. Banyak warga dan masyarakat mengeluti usaha tersebut untuk menambah dan menutupi kebutuhan sehari-hari. Sekalipun proses pengolahannya, hingga Air Nira menjadi gula aren mebutuhkan waktu, tenaga, kesebaran dan ketelitian.
Proses produksi itu, berawal dari Pohon Nira yang memiliki tandan yang masih muda. Tandan tersebut dibersihkan lebih dulu, sehingga ijuk yang membalut tandan tersebut dalam keadaan bersih. Baru menyediakan kayu sebesar kepal tangan orang dewasa yang disebut dengan gual-gual (Pemukul tandan Nira). Fungsi gual-gual itu untuk memukul bagian batang tandan nira yang akan dijadikan sebagai sumber keluarnya Air Nira.
Setelah itu petani Nira harus menyediakan tali sepanjang ukuran tingginya pohon Nira tersebut, gunanya untuk mengayun-ayunkan tandan. Sebab, menurut pemahaman masyarakat, mengayun-ayun tanda Nira itu termasuk tradisi setempat agar waktu pemotongan tandan airnya menjadi banyak. Baik pemukulan maupun mengayun-ayunkan tandan membutuhkan waktu selama 6 bulan. Jika terlihat sudah kondisi matang, barulah tandan tersebut dipotong sehingga airnya keluar dan ditampung dengan Garigit atau Garung (Tempet menampung Air Nira yang keluar dari tandannya red).
Garigit atau Garung yang dijadikan sebagai penampung Air Nira harus dalam keadaan bersih dan kering agar Air Niranya tidak rusak. Sebab, jika rusak Air Nira tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk dijadikan gula aren. Di dalam Garigit maupun Garung itu dimasukkan Raru (campuran atau pengawet Air Nira agar tetap jernih red).
Pengambilan Air Nira itu, dilakukan dua kali dalam sehari semalam. Setelah Air Nira dikumpulkan, selanjutnya proses pemanasan, tak obahnya seperti merebus air, hingga Air Nira itu sampai setengah matang. . Proses merebus Air Nira membutuhkan waktu yang lama. Dalam ukuran 10 kilogram Air Nira membutuhkan waktu sekitar 4 jam atau 5 jam baru bisa menjadi Tangguli. Setelah terkumpul menjadi Tangguli, kemudian direbus kembali dan disediakan jenis tuangan atau cetakan. yang sudah dalam kondisi matang dimasukkan dalam tuangan atau cetakan, lalu proses pengolahan dapat dikategorikan selesai dan hasil produksi sudah bisa dijual ke Pasar.
Proses produksi itu, berawal dari Pohon Nira yang memiliki tandan yang masih muda. Tandan tersebut dibersihkan lebih dulu, sehingga ijuk yang membalut tandan tersebut dalam keadaan bersih. Baru menyediakan kayu sebesar kepal tangan orang dewasa yang disebut dengan gual-gual (Pemukul tandan Nira). Fungsi gual-gual itu untuk memukul bagian batang tandan nira yang akan dijadikan sebagai sumber keluarnya Air Nira.
Setelah itu petani Nira harus menyediakan tali sepanjang ukuran tingginya pohon Nira tersebut, gunanya untuk mengayun-ayunkan tandan. Sebab, menurut pemahaman masyarakat, mengayun-ayun tanda Nira itu termasuk tradisi setempat agar waktu pemotongan tandan airnya menjadi banyak. Baik pemukulan maupun mengayun-ayunkan tandan membutuhkan waktu selama 6 bulan. Jika terlihat sudah kondisi matang, barulah tandan tersebut dipotong sehingga airnya keluar dan ditampung dengan Garigit atau Garung (Tempet menampung Air Nira yang keluar dari tandannya red).
Garigit atau Garung yang dijadikan sebagai penampung Air Nira harus dalam keadaan bersih dan kering agar Air Niranya tidak rusak. Sebab, jika rusak Air Nira tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk dijadikan gula aren. Di dalam Garigit maupun Garung itu dimasukkan Raru (campuran atau pengawet Air Nira agar tetap jernih red).
Pengambilan Air Nira itu, dilakukan dua kali dalam sehari semalam. Setelah Air Nira dikumpulkan, selanjutnya proses pemanasan, tak obahnya seperti merebus air, hingga Air Nira itu sampai setengah matang. . Proses merebus Air Nira membutuhkan waktu yang lama. Dalam ukuran 10 kilogram Air Nira membutuhkan waktu sekitar 4 jam atau 5 jam baru bisa menjadi Tangguli. Setelah terkumpul menjadi Tangguli, kemudian direbus kembali dan disediakan jenis tuangan atau cetakan. yang sudah dalam kondisi matang dimasukkan dalam tuangan atau cetakan, lalu proses pengolahan dapat dikategorikan selesai dan hasil produksi sudah bisa dijual ke Pasar.
Retno Ivon Diana yang akrab dipanggil Ibu Ivon mempunyai bakat seni dan kreatifitas yang tinggi, bakat nya dituangkan dalam bentuk membuat manik-manik hiasan mulai dari, souvenir pengantin, tutup gelas, tutup saji, tas kecil, tas monte, tas kertas dan sejenisnya, hobinya kreatif ini dituangkan sejal sejak sembilan tahun yang lalu, hasilnya cukup lumayan untuk menambah penghasilan keluaraga.
Isteri dari guru SMU di Kota Probolinggo ini memiliki ide untuk memberdayakan para tetangga di sekitar rumahnya yang banyak menganggur kemudian dilatih membuat hiasan manik-manik berbagai macam model. Semua ide dari Ivon tergantung dari selera pasar yang lagi booming saat ini. Pemasaran produknya hanya dilakukan melalui show room didepan rumahnya, ibu muda ini aktif juga mengikuti ajang pameran baik dalam kota mapun luar kota, produk-produknya banyak diminati kalangan muda, seni merangkai manik -manik menjadi benda yang bernilai tinggi buah tangan ibu muda ini sekarang sudah merambah ke pulau bali, Surabaya dan Jogjakarta
Isteri dari guru SMU di Kota Probolinggo ini memiliki ide untuk memberdayakan para tetangga di sekitar rumahnya yang banyak menganggur kemudian dilatih membuat hiasan manik-manik berbagai macam model. Semua ide dari Ivon tergantung dari selera pasar yang lagi booming saat ini. Pemasaran produknya hanya dilakukan melalui show room didepan rumahnya, ibu muda ini aktif juga mengikuti ajang pameran baik dalam kota mapun luar kota, produk-produknya banyak diminati kalangan muda, seni merangkai manik -manik menjadi benda yang bernilai tinggi buah tangan ibu muda ini sekarang sudah merambah ke pulau bali, Surabaya dan Jogjakarta
Produksi Bu Indri sudah merambah kemana-mana , bahkan Ibu Indri sudah menjadi Ikon Sirop Pokak di Kabupaten Probolinggo, sirup pokak Indri memang mempunyai rasa khas tersendiri dibandingkan dengan sirop pokak dari daerah lain, anda bisa merasakan kenikmati sirop yang kono bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, apalagi bila diminum dalam keadaan hangat menambah nikmat rasa pokaknya.
Bagi Ibu Indri menggeluti usaha yang dirintis sejah beberapa tahun silam ini, mempunyai kebanggaan terseniri dengan sirop pokak Ibu indri bisa melalang ke berbagai kota untuk memperkenalkan produknya.
“ selain memperkenalkan produknya, ia juga sekaligus memperkenalakan daerah asalnya Probolinggo” ujarnya bangga
Produk sirup pokak ini oleh pemerintah kabupaten probolinggo sudah sering menjadi salah satu isi bingkisan lebaran bagi PNS di lingkungan PEMDA Kab. Probolinggo. Jadi boleh dibilang cukup terkenal di kalangan Masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Seperti kita ketahui Gerabah dibentuk dari bahan baku tanah liat, didapat dari daerah sekitar kampung. Tanah liat dari desa Besuk ini tanpa diolah pun sudah memenuhi syarat sebagai bahan baku gerabah.
Teknik pembuatan pembentukan barancetakan dilakukan dengan teknik pilin yaitu dengan membuat pilinan tanah yang panjang, kemudian dibentuk dengan dilingkarkan dan di tumpuk, sehingga membentuk seperti tabung. Kemudian baru dibentuk lagi dengan tangan sesuai dengan keinginan. Kemudian diketemukan teknik putar yang yang pemakaiannya dibantu oleh kaki atau tangan.
Untuk membuat gerabah berupa anglo (tempat menanak nasi) yang besar dilakukan dengan teknik pukul, yaitu memakai alat pemukul dari kayu yang disebut paddle dan landasannya disebut anvil. Biasanya untuk dasar anglo ini dibuat dengan teknik putar lambat. Untuk memperlebar bentuk, di bagian atas ditambah gumpalan tanah, dari luar di pukul dengan kayu, dari dalam ditahan oleh batu. Dengan demikian tanah lebih dipadatkan dan lebih kuat.
Gerabah yang dihasilkan di desa besuk salah satunya oleh Bapak Raqid Ababil yang memproduksi berbagai bentuk macam gerabah mulai anglo, wajan, dan berbagai macam bentuk untuk alat dapur, kualitas gerabah yang dibuat tidak diragukan lagi, kualitas pasti dijamin ujar Raqid, disaping tahan lama gerabah ini mempunyai nilai tradisional yang tinggi.
Meski kalah dengan peralatan modern, Raqid yakin produksinya tetap mampu bersaing dipasar sebab peminat gerabahnya mempunyai konsumen tertentu terutama dikalangan pedesaan. Setelah gentong terbentuk , untuk lebih indah, ditambah motif hias. Dari zaman dahulu telah dikenal gentong dengan hiasan yang dibuat dari torehan, cungkilan pukulan, dan lain-lain. Hasilnya berbentuk motif geometris, anyaman, tumpal, pilin, dan lain-lain. Ada kalanya dibuat motif baru berupa bunga ceplok yang ditempelkan, biasanya mengelilingi bagian luar gentong. Sejalan dengan perkembangan motif batik, dikembangkan pula motif kangkungan, awan berarak, matahari (berupa titik dengan garis memancar di sekelilingnya).
Berangkat dari keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga, Budiardi yang awalnya bekerja sebagai pelaut akhirnya memilih itik sebagai sumber mata pencaharian hidup. Sebenarnya usaha ini sudah dirintis oleh istrinya sejak tahun 1993 dengan beternak itik. Tahun 2002 Budiardi mulai serius menekuni ternak itik tersebut dengan memanfaatkan halaman belakang rumahnya yang cukup luas didesa Taman Sari Kecamatan Dringu. Awalnya bapak dua anak ini beternak 100 ekor itik. Guna mengembangkan usahnya, Budiardi mengajukan Proposal kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan kredit modal kerja. Alhasil proposal diterima. Tahun 2002 ia menerima kucuran dana pinjaman Kredit Modal Kerja UKM ( KMK UKM ) sebesar Rp. 3.000.000,-
Berkat ketekunan dan keseriusannya, usaha ternak Budiardi terus berkembang. Tahun 2004 ia kembali mendapatkan kucuran KMK UKM sebesar Rp. Juta. Terakhir Budiardi mendapatkan pinjaman sebesar Rp. 20 juta untuk pengembangan usahanya. Kini Budiardi telah memiliki tak kurang dari 1000 ekor itik yang dipeliharanya bersama istri dan seorang tenaga pembantu.
Awalnya ia mendapatkan informasi tentang bantuan pinjaman untuk modal kerja saat mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Probolinggo tahun 2002, dan pemateri dari Dinas Koperasi, UKM menjelaskan tentang pinjaman untuk permodalan.
Terkait produksi ternaknya, Budiardi menjelaskan perhari bisa dihasilkan 700 butir telur. Telur telur tersebut sebagian langsung dijual dan yang sebagian lagi diasinkan. Untuk pemasaran, sementara ini Budiardi masih melayani permintaan dari sekitar Probolinggo. Pelanggan juga ada yang rutin datang langsung mengambil telur ditempat.
Budiardi menjelaskan itik yang dipelihara adalh jenis Campbell yang menurutnya lebih cocok dengan lingkungan setempat. Perawatan unggas yang satu ini memang lebih mudah dan murah dibandingkan unggas lainnya seperti ayam dan burung. Untuk menjaga kesehatan ternak, perawatannya lebih mudah, karena bebek ( itik I lebih kuat, yang terpenting kebersihan kandang harus selalu dijaga.
Dari penghasilan beternak itik ini, Budiardi dapat menafkahi istri dan dua orang anaknya. Biaya produksi dan perawatan ternak dapat diimbangi dengan hasil produksi telur tiap hari. Meskipun berkembang cukup pesat, Budiardi mengaku masih ingin terus mengembangkan usahanya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jumlah itiknya bisa bertambah, harap Bapak berusia 43 tahun ini.
Berkat ketekunan dan keseriusannya, usaha ternak Budiardi terus berkembang. Tahun 2004 ia kembali mendapatkan kucuran KMK UKM sebesar Rp. Juta. Terakhir Budiardi mendapatkan pinjaman sebesar Rp. 20 juta untuk pengembangan usahanya. Kini Budiardi telah memiliki tak kurang dari 1000 ekor itik yang dipeliharanya bersama istri dan seorang tenaga pembantu.
Awalnya ia mendapatkan informasi tentang bantuan pinjaman untuk modal kerja saat mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Probolinggo tahun 2002, dan pemateri dari Dinas Koperasi, UKM menjelaskan tentang pinjaman untuk permodalan.
Terkait produksi ternaknya, Budiardi menjelaskan perhari bisa dihasilkan 700 butir telur. Telur telur tersebut sebagian langsung dijual dan yang sebagian lagi diasinkan. Untuk pemasaran, sementara ini Budiardi masih melayani permintaan dari sekitar Probolinggo. Pelanggan juga ada yang rutin datang langsung mengambil telur ditempat.
Budiardi menjelaskan itik yang dipelihara adalh jenis Campbell yang menurutnya lebih cocok dengan lingkungan setempat. Perawatan unggas yang satu ini memang lebih mudah dan murah dibandingkan unggas lainnya seperti ayam dan burung. Untuk menjaga kesehatan ternak, perawatannya lebih mudah, karena bebek ( itik I lebih kuat, yang terpenting kebersihan kandang harus selalu dijaga.
Dari penghasilan beternak itik ini, Budiardi dapat menafkahi istri dan dua orang anaknya. Biaya produksi dan perawatan ternak dapat diimbangi dengan hasil produksi telur tiap hari. Meskipun berkembang cukup pesat, Budiardi mengaku masih ingin terus mengembangkan usahanya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jumlah itiknya bisa bertambah, harap Bapak berusia 43 tahun ini.
Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gypsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batugamping, serpih merah, batupasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Gipsum dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya , yaitu: endapan
danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol volkanik, efflorescence pada tanah atau goa-goa kapur, tudung kubah garam, penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batu gamping.
Dari Gipsun inilah Suyono pemilik UD Gipsun Profile di Desa Kedwaung kecamatan Kuripan membuka usaha dibidang profile perlengkapan interior ruangan, karya Suyono sudah dikenala di berbagai daerah, gipsun suyono memang mempunyai keunikan teseniri selain profil ukiran yang mengikuti selera konsumen moder juga harganya terjangkau baik kalangan atas maupun bawah, tidak heran sebagian ruangan rumah di Probolinggo dipasang Gipsum Suyono ini.
Model yang dijual beraneka ragam ada pinggiran dengan motif ikir majapahit atau gipsun llingkar untuk mempercantik gantungan lampu, Suyono disamping menjual juga melayani pemasangannya
Kini, kisah cinta itu berbuah sudah. Abdul Hamid sukses memelihara kupu-kupu dengan cara menangkarkan. Dan, itu juga berarti bisnis bernilai puluhan juta rupiah. Seekor kupu-kupu langka ia jual antara Rp 900.000 dan Rp 950.000.
Semua itu berkat kerja keras Abdul Hamid yang tak kenal putus asa. Ketika pertama kali mengikuti kupu-kupu ke sarangnya dan membawa pulang empat telur, percobaannya gagal total.
Akhirnya, ia tahu, misalnya, setiap kupu-kupu ternyata punya tanaman tertentu untuk menu ulatnya, kupu-kupu juga tidak boleh telat makan. Sebagian besar kupu-kupu menyukai bunga berwarnajingga, kuning, oranye, atau merah merekah. Jenis tanaman yang paling disukai kupu-kupu biasanya beraroma menyengat, seperti soka, kenikir, kembang kertas, kamboja jepang, kacapiring, cempaka, mawar, melati, sedap malam, dan kemuning. Kupukupu jenis Papilio, yang kebanyakan bersayap indah, umumnya menyukai bunga beraroma lemon.
Ada enam jenis kupu-kupu lain yang juga tergolong langka yang juga ia tangkarkan: tonos, Atopoera luxti, Papilio paris, Papilio memmum, Fineres, dan Crapium sarpedon.
Maka, secara tak langsung, Abdul Hamid di satu sisi ikut menyelamatkan kelahiran sejumlah kupu-kupu langka yang sebagian indah sayapnya, yaag sebagian lagi biasa-biasa saja. Di alam bebas belum tentu kupu-kupu yang menetas dari kepompong selamat — bisa dimakan burung, serangga lain, dan sebagainya. Tapi, karena yang lahir di kandanya ,ia tak dikembalikan ke hutan dan ia pun tak menangkapkan dalam arti kata sebenarnya–kupu-kupu dipelihara sampai bertelur di kandang–bisa juga dikatakan tak menambah apa pun bagi populasi kupu-kupu di Hutan Argopuro.
Juga belum jelas, adakah pembeli kupu-kupu langka, juga menangkapnya atau sekadar dijadikan koleksi dan bahan penelitian sampai kupu-kupu itu mati. Para pembeli kebanyakan memang pakar serangga atau pencinta lingkungan hidup, khusunya serangga.
Sebenarnya, menangkarkan kupu-kupu langka yang hidup di dataran tinggi takmenyita waktu sepanjang tahun. Masa berkembang biak kupu-kupu jenis ini hanya sekitar dua bulan dan masa penetasan ada di awal musim hujaul. Ditambah sekitar sebulan menyiapkan kandang berukuran 3 x 2,5 x 2,5 meter, yang diisi berbagai tanarnan perdu dan bunga untuk makanan ulat dan kupu-kupu bekerja tiga bulan untuk menangkarkan kupu-kupu itu. Tiga bulan selanjutnya adalah masa menanti pembeli. Hariyanto mengaku, rata-rata ia bisa memperoleh untung Rp 10 juta dalam dua kali penangkaran.
Bila Anda sempat menengok kandang penangkaran itu, jangan kaget bila di antara pepohonan perdu yang kebanyakan pohon kembang soka tampak batu-batu. Kata sang penangkar, kupu-kupu suka hinggap di batu dan berjemur di panas matahari. Dan selain mengisap nektar (cairan gula yang ada pada mahkota bunga), ada juga kupu-kupu yang minum dan mengekstraksi garam dari tanah yang lembap.
Seperti sudah disebutkan, sejauh ini sebenarnya Abdul Hamid hanya “memindahkan” penetasan telur atau pemeliharaan ulat dari hutan ke kandang di halaman rumahnya. Bila dipelihara mulai dari telur, telur itu ditempelkan pada daun. Agar telur aman dari predator bisa disimpan dalam plastik bekas air kemasan dan ditempatkan dalam lemari yang diberi kelambu–kalau menetas, ulatnya tidak merayap ke mana-mana. Bila dipelihara dari kepompong, setiap pagi kepompong itu harus disemprot agar kelembapan kulitnya yang biasanya selalu terkena embun di alam bebas terjaga. Kalau kulit kepompong kering, kupu-kupu muda sulit keluar dari “selimut”.
Sudah juga disinggung, kupu-kupu di kandang tak lamakeberadaannya sehingga tak sampai bertelur. Bila kupu-kupu itu tak laku dibeli orang, ini agak kejam juga–disuntik mati. Jasadnya, yang tetap indah, dijadikan isi berbagai hiasan dari resin.
Bagaimana pemasarannya ? kupu-kupu yang diawetkannya, mencetaknya sejumlah yang diperlukan, lalu di tiap belakang foto itu ada pemberitahuan: barangsiapa ingin beli kupukupu hidup atau mati, silakan datang ke rumahnya; di bawahnya ada narna dan alamatnya.
Usaha yang digeluti Nito panggilan panggilan Anshori pria asli Wonomerto memang tergolong cukup langka bagaimana tidak produk yang dihasilkan Pak Nito lain dari pada usaha yang digeluti kebanyakan orang, Pak Nito memproduksi tali “Tongar” tali yang berukuran 3 meteran dengan kombinasi warna merah biru dikhususkan untuk seekor sapi yang dililitkan dihidung sampai kebelakang.
Tali Tongar memang asing bagi telinga orang awam, tapi bagi pemilik sapi tali ini merupakan kebutuhan untuk mengendalikan keseimbangan sapi-sapi yang dimiliki para peternak, tali disamping berperan untuk mejaga keseimbangan sapi juga untuk menjaga keamanan sapi jika sewaktu waktu llepas.
Tongar diproduksi oleh Pak Nito sejak sepuluh tahun yang lalu, berbahan tali raffia yang khusus didatangkan dari Surabaya, tali raffia diolah , dipilah dan dianyam sedemikian rupa hingga membentuk tali yang kuat dan sintetis.
Menurut Nito “ sebulan ia mampu memproduksi 5 ton tali yang sudah dispesan oleh pembelinnya, selain tali tongar saya juga memproduksi tali raffia yang digulung kecil-kecil untuk dijual kembali”
Bagi Nito ayah dua putra ini, menggeluti usaha tali sudah merupakan garis hidupnya, dengan usaha ini ia sudah mampu mencukupi keluarga dan 12 karyawannya, apalagi usahanya masih belum ada pesaing, jadi ia satu-satunya yang memproduksi tongar ini.
Tongar Nito dipasarkan keberbagai daerah terutama daerah madura, Surabaya, dan Pasuruan, yang menjadi kendala bagi Nito adalah kesediaaan bahan baku, kadang-kadang begitu pesanan mulai mengalir bahan baku yang dipesan masih belum ada, hal ini yang menghambat hasil produksinya, kalau sudah begini kami hanya bisa menunggu bersama 12 karyawannya.
Tali Tongar memang asing bagi telinga orang awam, tapi bagi pemilik sapi tali ini merupakan kebutuhan untuk mengendalikan keseimbangan sapi-sapi yang dimiliki para peternak, tali disamping berperan untuk mejaga keseimbangan sapi juga untuk menjaga keamanan sapi jika sewaktu waktu llepas.
Tongar diproduksi oleh Pak Nito sejak sepuluh tahun yang lalu, berbahan tali raffia yang khusus didatangkan dari Surabaya, tali raffia diolah , dipilah dan dianyam sedemikian rupa hingga membentuk tali yang kuat dan sintetis.
Menurut Nito “ sebulan ia mampu memproduksi 5 ton tali yang sudah dispesan oleh pembelinnya, selain tali tongar saya juga memproduksi tali raffia yang digulung kecil-kecil untuk dijual kembali”
Bagi Nito ayah dua putra ini, menggeluti usaha tali sudah merupakan garis hidupnya, dengan usaha ini ia sudah mampu mencukupi keluarga dan 12 karyawannya, apalagi usahanya masih belum ada pesaing, jadi ia satu-satunya yang memproduksi tongar ini.
Tongar Nito dipasarkan keberbagai daerah terutama daerah madura, Surabaya, dan Pasuruan, yang menjadi kendala bagi Nito adalah kesediaaan bahan baku, kadang-kadang begitu pesanan mulai mengalir bahan baku yang dipesan masih belum ada, hal ini yang menghambat hasil produksinya, kalau sudah begini kami hanya bisa menunggu bersama 12 karyawannya.
Kekhasan corak industri kayu jati di kawasan Probolinggo, hingga Pasuruan mengundang minat pembeli asing. Terutama yang kini banyak diburu adalah kombinasi antara mebel kuno dengan menambah bahan baku baru (reproduksi)Telah lama produksi hasil mebel kayu jati di kawasan Pantura ini selalu menjadi incaran pedagang Bali. Yang kemudian oleh pedagang diexpor lagi ke mancanegara dengan harga yang tentu jauh lebih mahal. Bahkan , kini pedagang Balipun harus bersaing keras dengan para pedagang asing yang mulai aktif mendatangi para industri mebel.
Sudah menjadi hal yang llumrah munculnya para ”tengkulak asing ” yang berkeliling ke kampung-kampung mencari usaha mebel antiq untuk dijual lagi ke luar negeri.
Salah satu mebel yang diburu pemain asing adalah ” Pegon Madura Antique” milik Muklhis, dengan lokasi di pinggir jalan
pantura tepat di Jalan Raya Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih Probolinggo tidak heran produk mebelnya diburu para kolektor diluar negeri apalagi showroom milik mebel paling menonjol dan memiliki area luas jadi tiap orang melewati jalan ini pasti mengetahui keberadaan Showroom milik Mukhlis.
Produk yang disajikan Mebel ini memang tergolong besar dan bermacam variasi bentuk mebel dengan kombinasi tradisional serta terkesan asli. Hal ini mendorong peminat asing untuk memburu mebel milik Mukhils.
Bentuk meja antiq dengan panjang hampir lima meter serta daun pintu jati yang berukuran dua kali tiga meter menjadil daya tarik bagi ebagian orang, ditambah berbagai jenis meja kursi, almari, meja rias, tempat tidur yang mempunyai corak asli tradisional melengkapi showroomnya.
Menurut Muklhis ” untuk mutu dan kualitas produsinya tidak ada yang meragukan, banyak konsumen mengakui produknya sudah mencapai standar mutu yang sempurna, ditambah dengan sentuhan ala kerajaan kuno” ujarnya bangga
”saat ini penjualannya memmang agak menurun namun permintaan akan mebelnya masih tetap ada terutama untuk expor keluar negeri.
Sudah menjadi hal yang llumrah munculnya para ”tengkulak asing ” yang berkeliling ke kampung-kampung mencari usaha mebel antiq untuk dijual lagi ke luar negeri.
Salah satu mebel yang diburu pemain asing adalah ” Pegon Madura Antique” milik Muklhis, dengan lokasi di pinggir jalan
pantura tepat di Jalan Raya Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih Probolinggo tidak heran produk mebelnya diburu para kolektor diluar negeri apalagi showroom milik mebel paling menonjol dan memiliki area luas jadi tiap orang melewati jalan ini pasti mengetahui keberadaan Showroom milik Mukhlis.
Produk yang disajikan Mebel ini memang tergolong besar dan bermacam variasi bentuk mebel dengan kombinasi tradisional serta terkesan asli. Hal ini mendorong peminat asing untuk memburu mebel milik Mukhils.
Bentuk meja antiq dengan panjang hampir lima meter serta daun pintu jati yang berukuran dua kali tiga meter menjadil daya tarik bagi ebagian orang, ditambah berbagai jenis meja kursi, almari, meja rias, tempat tidur yang mempunyai corak asli tradisional melengkapi showroomnya.
Menurut Muklhis ” untuk mutu dan kualitas produsinya tidak ada yang meragukan, banyak konsumen mengakui produknya sudah mencapai standar mutu yang sempurna, ditambah dengan sentuhan ala kerajaan kuno” ujarnya bangga
”saat ini penjualannya memmang agak menurun namun permintaan akan mebelnya masih tetap ada terutama untuk expor keluar negeri.
